Langsung ke konten utama

Postingan

Berhenti Sejenak

  Sabtu, 27 Mei 2006 adalah tepat 14 tahun yang lalu terjadi gempa yang cukup besar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik. Kejadian ini menjadi sejarah tersendiri bagi kami yang merasakan gempa.   Saat itu aku tidak ada jadwal kuliah, posisinya di rumah. Pagi hari sekira pukul 05.55.03 tiba-tiba terjadi guncangan hebat. Seumur hidup baru merasakan gempa terbesar. Seisi rumah sudah pada keluar tinggal aku sendiri yang paling akhir.   Begitu satu langkah keluar rumah, genteng berjatuhan. Nyaris kena kepala. Di luar, nampak berjejer-jejer orang dengan raut wajah ketakutan, shock dan kebingungan.   Akibat dari gempa ini, tembok rumah terbelah. Alhamdulillah tidak terlalu parah. Daerah yang paling parah di Bantul. Kebetulan budheku yang domisili di Bantul termasuk menjadi korban gempa yang cukup parah. Rumahnya hampir rubuh. Berhenti Sejenak Mengingat Yang Di Atas   Saat gempa itu terjadi,...
Postingan terbaru

Bagaimana Menjadikan Hidup yang Produktif

If you born poor, it's not your mistake. But if you die poor, it's your mistake (Bill Gates) Orang yang tidak tahu tujuan ketika ditanya, kamu besok mau jadi apa? Jawabannya begini 1. Ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa 2. Saya terserah Tuhan 3. Nasib sudah ditentukan Hidup tanpa tujuan yang jelas. Ada yg mengatakan hidup seperti air yg mengalir. Ini adalah semboyan masa lalu. Air harus mengikuti yang kita kehendaki karena kita pemegang kendali. Apalagi nasib kita bisa diubah ? Nasib sesuai dengan prasangka hambanya. Tuhan hanya mengubah nasib hamba yg mau berubah. Dan Tuhan tidak mau mengubah, hamba yang tidak mau berubah. Tujuan hidup yang jelas itu misi bahasa kerennya "dream." Apa mimpi itu? Cita-cita yang tinggi, hebat, luar biasa, dahsyat yang diwujudkan dengan pengorbanan jiwa raga secara maksimal sampai menjadi kenyataan. Mimpi itu punya power. Kekuatan dari mimpi itu: - Tida...

Pentingnya Skill Komunikasi dan Negosiasi dalam Berbisnis

You can improve your value by 50 percent just by learning communication skills - public speaking           (Warren Buffet) Kajian Bisnis pertemuan kedua kali ini diisi oleh Coach Dinar. Rencana sebelumnya bakal diisi oleh Bapak Suseno owner Aulia Fashion. Tapi qadarullah tiba-tiba beliau terkena flu singapore. Akhirnya diisi oleh Coach Dinar. Dalam kajian ini diawali dengan sebuah games. Permainan untuk dua orang. Ada yang sebagai abah dan ada yang sebagai ambu. Ketika dipanggil nama abah, maka tugas abah tangannya meraih tangan ambu. Begitu sebaliknya ketika dipanggil ambu, ambu segera meraih tangan abah. Membutuhkan konsentrasi. Permainan ini telah cukup membuat peserta riuh. Ada yang berhasil meraih tangan lawan, ada pula yang gagal. Setelah permainan usai, coach Dinar menjelaskan mengenai 3 macam perilaku saat permainan. 1. Ambisi Pada saat permainan, mau  namanya dipanggil abah atau ambu tangannya selalu berusaha meraih tangan ...

Gerakan Sedekah Setiap Hari

                                                   Oleh: Tafi Ikhta Saat ini Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) Masjid Raya Al-Falah, Sragen sudah mulai berproduksi. Ada pesanan 150 nasi bungkus. Nasi bungkus ini dihargai beraneka ragam. Mulai dari Rp 3000,00, Rp 7000,00 dan Rp 10.000,00 per bungkus. Pada Jumat, 7 Februari masjid Al-Falah telah menghidangkan 1250 nasi bungkus kepada jemaah. Hari Jumat adalah hari yang istimewa sehingga jangan sampai dilewatkan begitu saja. Hendaknya diisi kegiatan yang bersifat ukhrawi salah satunya pengajian. Belajar dari warung Spesial Sambal (SS) buka setelah Jumatan. Pada pagi hari digunakan untuk belajar ilmu agama dan melatih kedisiplinan. Pengajian bisnis pada hari Jumat diawali  dari UMKM di sekitar Al-Falah. Jumlahnya ada 35.  Pak Kusnadi - takmir masjid Al-Falah -  mengajak untuk se...

Pentingnya Sense Of Business Bagi Penulis

Menjadi seorang penulis tak hanya cukup mahir dalam dunia menulis. Tapi juga harus dibekali sense of business . Dia harus mampu mempromosikan karya yang dihasilkan. Sebagai contoh seorang penulis buku, begitu karyanya selesai tidak hanya duduk manis menunggu atau mengharapkan kerja penerbit untuk mempromosikan bukunya. Namun, penulis pun harus aktif mengiklankan bukunya. Terutama di era digital, media sosial menjadi sarana penting untuk promosi. Sebelum mengulas lebih dalam tentang materi ini. Pertemuan dengan teh Indari Mastuti - Mentor dan pendiri Ibu Ibu Doyan Nulis - lebih banyak bercerita tentang kisah beliau mengawali karir di dunia kepenulisan. Cerita Karir Menulis Teh Indari Teh Indari Mastuti memulai aktivitas menulis sejak kelas 2 SMA tahun 1996. Mulanya menulis majalah dinding, memasukkan ke media, dapat penghasilan berupa uang, tas dan lain sebagainya. Hasil dari menulis tidak selalu uang, ada juga berupa barang. Ia terus berkarya walau mulanya bay...