You can improve your value by 50 percent just by learning communication skills - public speaking(Warren Buffet)
Kajian Bisnis pertemuan kedua kali ini diisi oleh Coach Dinar. Rencana sebelumnya bakal diisi oleh Bapak Suseno owner Aulia Fashion. Tapi qadarullah tiba-tiba beliau terkena flu singapore. Akhirnya diisi oleh Coach Dinar.
Dalam kajian ini diawali dengan sebuah games. Permainan untuk dua orang. Ada yang sebagai abah dan ada yang sebagai ambu. Ketika dipanggil nama abah, maka tugas abah tangannya meraih tangan ambu. Begitu sebaliknya ketika dipanggil ambu, ambu segera meraih tangan abah. Membutuhkan konsentrasi.
Permainan ini telah cukup membuat peserta riuh. Ada yang berhasil meraih tangan lawan, ada pula yang gagal. Setelah permainan usai, coach Dinar menjelaskan mengenai 3 macam perilaku saat permainan.
1. Ambisi
Pada saat permainan, mau namanya dipanggil abah atau ambu tangannya selalu berusaha meraih tangan lawan. Ini menunjukkan karakter orang yang ambisius.
Di era 4.0 informasi serba cepat. Dapat pesan dari penipu, langsung saja mengikuti perintahnya. Tanpa pikir panjang. Jika tidak hati-hati, hanya mengandalkan ambisi menjadi orang yang dimakan jaman.
2. Pasrah
Ketika nama abah atau ambu dipanggil, tangannya selalu ditarik. Enggak peduli namanya disebut apa tidak. Ini menunjukkan tipe orang pasrah.
Pasrah tidak berpikir hal yang baru. Orang yang modalnya gede kalah dengan orang yang cepat mengambil peluang.
Fast big slow (yang cepat menangkap peluang).
Ada anak muda punya ide, idenya dihargai. Misalnya Gojek. Si pemilik ide, tidak ada modal uang , tapi mampu memanfaatkan orang yang punya modal.
3. Adaptif
Ketika permainan begitu konsentrasi, kapan saat tangannya harus meraih dan kapan saat tangannya harus ditarik.
Di era digital sebelum 2020 ini lima juta lapangan pekerjaan hilang seiring hadirnya kecerdasan artifisial, robotik, teknolohi nano dan faktor sosial ekonomi.
Saat ini kalau sakit sudah ada medical artifisial. Tidak harus periksa ke dokter. Saatnya kita berpikir, apakah profesi kita sekarang ini masih bisa eksis atau tidak?
Contoh pekerjaan yang sudah dimakan oleh zaman.
- Pegawai pembayaran tol
- CS pembayaran tiket
Dengan kemajuan teknologi banyak pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga manusia. Otomatis ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan.
Namun, kabar baiknya bermunculan profesi baru yang dulu tidak ada sekarang ada. Seperti youtuber, selebgram, jasa endorse, jasa titip, kurir ekspedisi semakin banyak dan lain-jain.
Faktanya, 70% organisasi tidak mencapai target yang diharapkan. 52% gagal menampilkan perubahan sama sekali dan banyak kasus, justru menimbulkan kerusakan/ kerugian dalam organisasi.
Yahoo dulu sukses, sekarang gagal. Tahun 2012 mau dibeli mahal oleh microsoft. Tapi tidak mau karena belinya kemurahan. Namun, tahun 2015 yahoo dibeli hanya 10 trilyiun. Sebelumnya yahoo jual mahal tidak mau dibeli karena kemurahan, tapi setelah tahun 2015 dia terpaksa mau menjual dengan harga murah.
Lalu siapa yg berhasil?
Contoh: Zappos.com (jualan sepatu, tas).
Pekerjanya hanya sedikit, tapi bisa menjual ke 50 negara. Asetnya 12,5 milyar dolar. Perusahaan kecil tapi potensi membesar, besar sekali. Yang dilakukan Zappos, kepada karyawan yang sedang training 7 hari 7 malam. Pada hari ke-8 Zappos menawari karyawan untuk berhenti dari bekerja dengan diberi pesangon Rp100 juta. Tapi, anehnya karyawan Zappos memilih tetap bekerja karena merasa nyaman kerja di situ. Ternyata kuncinya adalah membangun komunikasi positif dengan karyawan yang lain. Hal yang membuat karyawan betah bekerja disitu adalah lingkungan yang nyaman.
Kalau ingin profesi kita tetap dipakai maka skill yang harus dimiliki.
1. Skill komunikasi.
2. Skill negosiasi.
Jangan anti sosial di masyarakat. Buatkah diri kita mudah berkomunikasi.
You can improve your value by 50 percent just by learning communication skills - public speaking. (Warren buffet)
Orang cenderung menyukai orang yang sama dengan dirinya. Prinsip ini yang digunakan untuk bernegosiasikan dengan orang lain.
Multi Generation
1. Tradisonalist kurang 1946.
2. Baby boomer 1946-1964
Sukanya didengerin dulu, nggah nggih nggah mggih. Kondisi berat di masa lalu meminta dirinya dihargai.
3. 1965-1980
Gen X
4. 1981-1994
Gen Y
5. 1995-2010 Gen Z
6. Gen alfha
Tiga hal yang menbuat komunikasi oke:
1. Verbal (kata kata) pengaruhnya 7%
Pesan yg dikirimkan.
2. Vokal (bunyi suara)
Suara yg disampaikan pengaruhnya 38%
3. Visual (gerakan tubuh dan ekspresi)
bahasa tubuh kita. Pangaruhnya 55%
Coach Dinar pernah beli air mineral di Sorong. Penjualnya rapi, tampilan botolnya bagus. Visual memberi value yg berbeda. Penampilan baik penjual maupun produknya begitu meyakinkan. Ia pun tanpa pikir panjang membeli dua botol. Setelah ditotal ternyata habis Rp150.000,00. Satu botol dihargai Rp75.000. Padahal jika diminum rasanya juga sama dengan air mineral yang dijual di toko-toko kelontong. Itulah membedakan, visual memberikan value yang berbeda.
Penampilan yg dibangun seorang pebisnis
1. Ilmu
2. Pakaian
Membawa personal groming kit seperti:
- asesoris kerudung
- sewing kit
- sisir
Wardrobe: formal, casual
Fake smile vs real smile
Senyum fake hanya bagian bibir saja:
Ciri-ciri Real smile melibatkan 3 otot:
- Senyum bibir
- Tulang pipi naik
- Matanya agak sipit
Apa yang perlu dilakukan saat pertama kali bertemu orang:
- Touch with eyes
Hanya boleh nenatap Business gaze (segitiga mata ke atas sampai dahi)
- Kalau sudah akrab bisa masuk ke ranah social gaze ( segitiga dari mata ke hidung)
- Yang tidak boleh itu intimate gaze ( dari mata sampai dada). Ini bisa dilakukan hanya saudara yang sangat dekat sekali. Lebih kepada menilai seseorang.
Pernah suatu kejadian seorang wanita sebuat saja A bertemu anak muda B. Wanita ini baru pertama kali dengan si B. Tapi, dia tiba-tiba langsung mengomentari mukanya yang penuh dengan jerawat. Tak hanya itu, dia juga langsung memberi saran untuk menghilangkan jerawat itu.
Meski diam, si B merasa tersinggung. Di lain hari dia bercerita kepada ibunya jika telah diperlakukan si A yang bikin enak di hati.
Ini adalah suatu contoh orang yang baru pertama kali bertemu tapi sudah melakukan intimate gaze. Tentu akan membuat orang lain jengkel.
Dalam kajian bisnis Pak Kusnadi menyampaikan bahwa karpet Masjid Al Falah ini mendapat bantuan dari Pak Seno yang harganya sekira Rp 60.000.000,00.
Salah satu anggota SBS, Pak Giyanto 50% keuntungannya disedekahkan. Yang sudah disedekahkan sekitar Rp80.000.000,00.
Anggota SBS Mas Didik yang memiliki usaha nasi goreng Mas Didik telah memiliki 3 outlet dan 12 karyawan.
Saat ini ada tiga Badan Usaha Milik Masjid Al Falah:
1. Ayam goreng
2. Angsle dan ronde
3. Soto
Pak Kusnadi menawarkan kepada para peserta, siapa yang bisnisnya sudah siap diduplikasi silakan daftar ke Al-Falah.
Doa setiap buka toko dengan membaca:
"Allahumma baariklana fiitijaa rotina"
Ya Allah berkahilah perniagaan kami.
Mendoakan usaha orang lain:
"Allahumma baariklahum fiitijaa rotihim"
Perkembangan infaq SBS dan UMKM terkumpul Rp2.225.000,00 + saldo infaq kemarin Rp9.000.000,00= Rp11.225.000,00
Sumber: Materi kajian Bisnis 2 dan pengembangan penulis




Komentar
Posting Komentar