![]() |
| Ilustrasi. Sumber: pexels.com |
Manusia yang terlahir di dunia beragam bentuknya. Ada yang gemuk,
kurus, cantik, ganteng, berwajah standard an lain sebagainya.
Namun ada pula yang memiliki keistimewaan fisik tangannya
kecil,tak meiliki kaki, sulit berbicara dan mendengar. Ada juga yang memiliki
penyakit langka yaitu kulitnya mengelupas.
Tadi pagi tak sengaja menemui seorang bocah sekira usia 10
tahun. Ia memakai kaos dan calana panjang biru.
![]() |
| Ilustrasi. Sumber: pexels.com |
Sekilas tak ada yang aneh dari anak ini. Tapi,begitu
diperhatikan dengan seksama ternyata ia mengalami masalah dengan kulit. Tampak
kulit sekujur tubuhnya mengelupas, pecah-pecah kecoklatan.
Kejadian ini persis
seperti yang diberitakan di media online. Seorang wanita mengalami penyakit
langka berupa kulit yang mengelupas setiap hari, kering dan perih. Meski sudah
diberi krim tidak ada perubahan yang berarti.
Hal ini menyadarkan bahwa ternyata di dekat sini juga
ada yang mengalami demikian. Aku pikir ini hanya dialami oleh orang jauh.
Berarti bahwa ujian bisa terjadi pada siapa saja.
Tanpa pandang bulu. Sempat terbersit banyak pertanyaan. Bagaimana perasaan si
anak jika bergaul? Apakah mendapat ejekan atau bullyan? Jika ia sekolah
bagaimana anak tersebut beradaptasi di sekolah? Bagaimana perasaan orang tua
jika memiliki anak demikian?
![]() |
| Ilustrasi. Sumber: pexels.com |
Teringat
dengan tausiyah Ustadz Oemar Ita bahwa kedua kakaknya termasuk berkebutuhan
khusus. Namun, kedua orang tuanya tidak merutuki akan takdir yang dialami.
Menurutnya “Tak Ada Produk Gagal yang Terlahir di Muka Bumi.” Semua terjadi
atas kehendaknya. Melalui anak berkebutuhan khusus ini bisa menjadi jalan surga
kedua orang tuanya jika menjalaninya dengan ikhlas.
Anak adalah
titipan. Tak ada manusia yang bisa membuat. Ujian setiap manusia berbeda.
Manusia hanya bisa menerima takdir dan menjalaninya dengan yang terbaik.
Sumber: Opini penulis



Komentar
Posting Komentar