Kehidupan
Manusia
Kehidupan manusia di dunia adalah sementara. Semua makhluk di
dunia ini pada saatnya akan mati. Jangan sampai menyesal begitu ajal sudah
sampai di tenggorokan. Sebab orang yang nyawanya sudah di tenggorokan taubatnya
tidak diterima.
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sungguh Allah menerima taubat hamba-Nya selama belum
yu-ghor-ghir” (HR. At Tirmidzi, 3880).
Arti Yu-ghor-ghir adalah ketika nyawa sudah sampai di
tenggorokan. Ini merupakan batas akhir yang Allah tidak lagi menerima taubat hamba-Nya.
Waktu Hidup di Dunia Terbagi Menjadi Tiga:
1. Kemarin, tidak bisa diulang
2. Besok, belum tentu umurnya sampai besok
3. Hari ini, jatah umur hanya saat ini
Kematian itu adalah sebuah kepastian. Namun berapa lama kita
hidup di dunia, hal ini justru yang belum pasti. Sayangnya kadang manusia
terlena dengan gemerlap dunia. Apa-apa yang dikejar adalah dunia. Mulai dari
bangun tidur hingga tidur kembali pikirannya hanya seputar mengejar uang,
jabatan, popularitas apa pun yang berhubungan dengan keduniawian. Padahal dirinya
tidak tahu kapan ajal itu akan datang. Bisa hari ini, esok, lusa atau kapan
saja. Tapi apakah sudah mempersiapkan diri bekal di akhirat.
Gambaran surga di sini adalah untuk
memotivasi manusia agar jangan menunda dalam beramal. Mumpung masih diberi nafas.
Jika sudah meninggal yang ada hanya penyesalan. Mungkin sebagian kalangan yang
tidak mempercayai hari akhir, tidak percaya surga karena hanya sebatas
angan-angan saja. Bahkan sering mengolok-olok orang yang mengingatkan kebaikan
dengan menyebut “pemegang kunci surga.” Untuk orang-orang seperti ini sebaiknya
kita doakan saja semoga mereka mendapatkan hidayah.
Gambaran surga di sini adalah untuk
memotivasi manusia agar jangan menunda dalam beramal. Mumpung masih diberi nafas.
Jika sudah meninggal yang ada hanya penyesalan. Mungkin sebagian kalangan yang
tidak mempercayai hari akhir, tidak percaya surga karena hanya sebatas
angan-angan saja. Bahkan sering mengolok-olok orang yang mengingatkan kebaikan
dengan menyebut “pemegang kunci surga.” Untuk orang-orang seperti ini sebaiknya
kita doakan saja semoga mereka mendapatkan hidayah.
![]() |
| Ilustrasi. Sumber gambar: banjarmasin.tribunnews.com |
Macam-macam Surga
1. Surga Firdaus
2. Surga ‘Adn
3. Surga Na’im
4. Surga Ma’wa
5. Surga Darussalam
6. Darul Muqamah. Surat Fatir ayat 35: “yang dengan
karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami
tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”
7. Surga Al-Maqamul Amin. Surat Ad-dhukhan ayat 51: Sungguh,
orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.”
8. urga Khuldi (kekal). Surat Furqon ayat 15: “Katakanlah
(Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang
dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali
bagi mereka? Surga yang kekal diperuntukkan orang-orang bertakwa. Sifat syetan
salah satunya sombong. Jika ada orang yang sombong berarti temannya syetan.
Orang Islam Terbagi Menjadi Empat:
1. Orang yang mendzolimi diri sendiiri. Contohnya orang
merokok, orang puasa yang tidak mau sahur dan berbuka
2. Orang yang di tengah-tengah. Orang ini kadang berbuat
maksiat, kadang bertindak kebaikan
3. Orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Lebih banyak
kebaikannya daripada kejelekannya
4. Orang Islam yang tidak sedikit pun tanpa dihisab atau
diazab. Siapa dia? Orang yang mewarisi alkitab yakni Al-Quran. Oleh karena itu
hendaknya Al-Quran dibaca setiap hari.
![]() |
| Ilustrasi. Sumber gambar: hidayatullah.com |
Gambaran Surga
1. Surga itu Luas
Ali Imran
ayat 133: “Dan bersegeralah mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang
bertakwa.
Menyegerakan
Suatu Hal itu Ada Lima Macam:
a. Cepat-cepat memohon ampun dengan istighfar
b. Cepat-cepat segera shalat usai mendengar adzan
c. Cepat-cepat segera melunasi utang jika punya utang
d. Cepat-cepat dinikahkan jika punya anak perempuan
e. Kalau ada yang meninggal segera dimakamkan. Diusahakan jangan
sampai menginap.
2. Terdapat Sungai-sungai
Ada Empat
Sungai di Surga. Termaktub dalam Surat Muhammad ayat 15:
a. Sungainya jernih tidak ada sampah, tidak asin
b. Sungai air susu yang tidak berubah rasanya
c. Sungai khamr yang lezat rasanya dan tidak memabukkan
d. Sungai madu murni
![]() |
| Ilustrasi. Sumber gambar; satujam.com |
3. Surga ada 8 pintu
a. Pintu Pertama
Bertuliskan “Laa ila ha illallah muhammadarrasulullah.
Diperuntukkan nabi dan rasul, para syuhada (orang yang membela agama Islam),
para dermawan.
Empat Golongan Elit Tanpa Diazab dan Dihisab:
-
Haji mabrur
-
Mati syahid
-
Dermawan
-
Ustadz
Besok masuk surga secara berkelompok-kelompok atau
rombongan-rombongan.
b. Pintu ke-dua
Diperuntukkan orang yang menyempurnakan wudhu dan shalat. Terompahnya
Bilal sudah masuk surga. Bilal selalu menjaga wudhunya.
c. Pintu ke-tiga
Orang-orang yang membayar zakat
d. Pintu ke-empat
Orang yang amar ma’ruf nahi munkar
e. Pintu ke-lima (arroyan)
Untuk orang-orang yang puasa
f.
Pintu ke-enam
Orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umroh.
Ada Tiga Macam yang Pahalanya Seperti Haji dan Umroh:
1) Shalat fardhu berjamaah di masjid
2). Orang yang dari pagi hingga sore mencari atau mengajarkan
kebaikan
3). Shalat subuh berjamaah, dzikir berdoa sampai waktu
syuruq, ditutup shalat dua rakaat namanya shalat isra
g. Pintu ke-tujuh
Orang-orang yang ahli jihad (bersungguh-sungguh). Bekerja
dengan sungguh-sungguh. Suami bersungguh-sungguh mencintai istri. Istri
bersungguh-sungguh mencintai suami
h. Pintu ke-delapan
Diberikan kepada orang-orang yang memiliki amal sholih
lainnya. Misalnya berbakti kepada orang tua, silaturahim, baca quran, baik
dengan tetangga, takziyah, besuk orang sakit, peduli fakir miskin, anak yatim.
Bahkan untuk perkara sepele sekalipun tapi bisa menjadi pemberat amal, seperti
menyingkirkan gangguan di jalan bisa menyebabkan masuk surga.
Sumber:
Materi kajian oleh Ustadz Suprapto di Masjid Al Furqon, Sungkul pada Ahad, 27
Oktober 2019



Komentar
Posting Komentar