Rangkuman materi acara halal bi
halal alumni Sekolah Bisnis Sragen (SBS) di Masjid Al Falah. Dalam acara ini
ada beberapa pembicara pertama Bapak Kusnadi Ikhwani (owner Geprek), Bapak
Bambang (owner bakso tengkleng Mas Bambang, herbal Al Biruni dan Jonsto,
restoran dengan wahana berkuda) dan Ustadz Luthfan Elshi.
Bapak Kusnadi menyampaikan sebuah
pengaman berkunjung ke sebuah toko oleh-oleh Bu Sepuh di Kuningan. Toko ini
berisi produk UMKM hasil binaannya. Dari luar tokonya nampak kecil tapi setelah
masuk ruangannya berisi penuh barang oleh-oleh. Harapannya semoga di Sragen ke
depan juga ada sebuah toko yang menjual produk UMKM. Cara ini salah satunya
untuk mengenalkan produk-produk buatan warga Sragen.
Apabila bisnis sudah bagus dan mapan
sudah waktunya untuk mencoba tantangan. Apabila tidak berani mengambil
tantangan akan selalu berada di zona nyaman terus. Harus berani ada
loncatan-loncatan.
Pembicara Bapak Bambang:
Menjadi seorang owner harus terus
mengupgrade ilmunya. Apalagi jika jumlah karyawan terus bertambah. Ketika punya
karyawan dua puluh orang, idenya masih bisa terealisasi. Namun, saat memiliki
karyawan di atas dua puluh orang, akan banyak masukan dan kritik. Ketika bisnis
berkembang, sementara ownernya tidak berkembang, maka akan jadi masalah. Pola
pikir suami dan istri harus sama-sama bertumbuh. Meski tidak harus mengerti
secara detail, tapi mindsetnya yang meningkat. Kita harus mengikuti perubahan.
Jika tidak bisa mengikuti, makan akan ditinggal.
Beliau menyampaikan kisah seorang
pengusaha bernama Mas Anom dari Yogyakarta memiliki karyawan dua ratus orang.
Penghasilannya sehari dua miliar. Bisnisnya bergerak di bidang jualan video dan
lain-lain.
Dalam sebuah bisnis owner harus
terus berkembang. Jangan karena alasan bersyukur tidak bisa bertumbuh. Sekarang
pentingnya mempunyai usaha dengan jualan online. Di era digital ini kita harus
terus bergerak, jika tidak, maka akan mati. Maksudnya akan digeser oleh yang
lain. Produk batik adalah kategori yang baik terus. Meski kemasannya tidak
menarik tetap akan naik.
Dalam dunia online, media sosial
merupakan salah satu jalan untuk jualan. Ada facebook dan instagram. Keduanya
memiliki target market sendiri-sendiri. Kalau FB jualannya orang-orang tua.
Tapi untuk anak millenial adalah instagram.
Pembicara Bapak Kusnadi:
4 Tips Mengubah Mindset
1. Pentingnya Informasi
Sebuah kisah pengusaha kuliner bernama Bapak Saiful. Pada
tahun 2002 usahanya mampu memotong ayam sebanyak 100 ekor. Pada tahun 2019 dapat
memotong ayam hingga 50 ton. Omset perhari 45 miliar, dengan keuntungan 10%
dari 45 miliar. Usaha Bapak Saiful mengalami kenaikan secara signifikan.
Kuncinya adalah beliau setiap hari baca buku lalu disimpulkan. Tidak pernah
ikut seminar. Bahkan ilmunya melebihi seminar.
Jadi bagi Anda yang hobi baca buku untuk meningkatkan bisnis
dan malas ikut seminar, tidak masalah. Kisah Bapak Saiful ini menjadi contoh
bahwa membaca buku dan mengaplikasi ilmunya dapat mengubah keadaan menjadi
lebih baik.
Untuk mendapatkan ilmu jangan cari gratisan. Dengan berbayar
membuat akan serius. Tapi jika gratisan cenderung menyepelekan. Kalau ikut
seminar pilihlah yang berbayar. Untuk buku, sebaiknya jangan hanya pinjam, tapi
beli dan harus dibaca.
2. Cari Lingkungan yang Tepat
Carilah lingkungan yang mendukung cita-cita kita. Selalu
berpikir positif dan maju. Jangan sampai berada di lingkungan yang memberikan
aura negatif. Lebih baik tinggalkan. Lingkungan memberikan pengaruh yang besar
terhadap perkembangan kita.
3. Harus Cari 5 Sahabat Terdekat yang Mendukung Anda
Harus memiliki banyak sahabat dan sering main atau
silaturahim. Tidak usah perhitungan kalau untuk sahabat. Pak Suseno
mempraktikkan marketing langit dan manajemen bisnis. Beliau pernah mengalami
bangkrut dan menanggung banyak utang. Beliau lalu meminta saran dan masukan
Bapak Kusnadi. Dalam setahun bisnis pulih bahkan keuntungannya berkali lipat.
Sebagai rasa terimakasih bisnisnya sudah membaik, beliau
menghadiahi sebuah mobil untuk masjid Raya Al Falah. Selain itu juga ada kisah,
Bapak Bambang yang baru saja memberikan hadiah sebuah mobil kepada Bapak
Kusnadi.
Ini menunjukkan bahwa beliau tidak itung-itungan perkara
sedekah. Ketika bisnisnya membaik, sedekahnya pun jor-joran.
4. Cari Idola Anda, Tiru Perilakunya
Jika kita sudah memiliki cita-cita, saatnya cari idola. Kalau
ingin menjadi seorang pebisnis yang sholih, cari pengusaha yang sholih lalu
tiru perilakunya. Jika ingin menjadi seorang youtuber yang menginspirasi, cari
youtuber yang konten-kontennya bermanfaat bukan sekadar hiburan.
Kini, saatnya kita bergerak. Praktikkan empat tips di atas.
Semoga perlahan tapi pasti nasib kita berubah jadi lebih baik.
Sragen, 22 Juni 2019 (18 Syawal 1440 H)






Komentar
Posting Komentar