Langsung ke konten utama

Bukti Keajaiban Rezeki




Setiap manusia pasti berharap mendapatkan rezeki dengan lancar. Namanya harapan dan doa jelas yang baik-baik. Tidak ada seorang pun yang berdoa mendapatkan keburukan.

Rezeki seringkali diidentikkan dengan harta, kedudukan dan lain sebagainya. Semua hal-hal yang kasat mata. Padahal rezeki itu bisa macam-macam. Diberi kesehatan, suami sholih atau istri yang sholihah, anak yang sholih/ah dan masih banyak lagi. Hanya saja rezeki contoh kedua ini tidak nampak seperti halnya harta benda.

Apa pun keadaan kita harus selalu disyukuri. Jangan sampai sedikit-sedikit mengeluh. Bukankah janji Allah jika kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya. Mau keadaannya kurang enak menurut pandangan kita, tetap harus mampu bersyukur.


Ilustrasi. Sumber: mozaik.inilah.com


Membeli Buku Keajaiban Magnet Rezeki

Ada sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi pembaca sekalian. Sekitar akhir tahun 2018 ada sepasang suami istri sebut saja Dedi dan Rani membeli sebuah buku “Keajaiban Magnet Rezeki.” Kemungkinan sudah bisa ditebak, ketika seseorang membeli buku ini salah satu tujuannya ingin hidupnya berubah dan mendapat keajaiban rezeki.

Namun, sebelumnya Rina ini sudah mengikuti channel telegram Pak Nasrullah (penulis buku Keajaiban Magnet Rezeki). Setidaknya sudah sedikit mendapatkan ilmu, meski belum bisa praktik.

Hingga suatu ketika Dedi ini pergi ke Gramedia. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah buku best seller yang nangkring di depan. Dilihat-lihatlah buku tersebut. Tanpa ba bi bu, Dedi langsung memutuskan membeli buku tersebut.

Begitu sampai di rumah, Rani sudah sangat penasaran dengan isi buku tersebut. Apalagi dia sudah lama mengikut channel telegram Pak Nashrullah. Saking nikmatnya bacaan tersebut, ia begitu cepat melahapnya. Bahkan dibaca ulang hingga dua kali. Bahasanya ringan  dan mengalir sehingga mudah dipahami. Dedi pun tak mau ketinggalan membaca buku itu walau tidak secepat Rani.


Sumber: rahasiamagnetrezeki.com



Usai membaca buku itu, Dedi dan Rani ilmunya semakin bertambah. Tapi untuk praktik ilmu tersebut memang belum maksimal. Tersebab buku itu belum terlalu membahas secara teknis bagaimana cara mempraktikkan ilmu Magnet Rezeki. Baru berisi apa itu magnet rezeki dan testimoni-testimoni.

Rani terus mengikuti dan membaca materi di grup telegram. Di situ ada tawaran buku gratis “Diary Garpu Tala” hanya dengan syarat mendoakan si pengirim. Karena masih penasaran Rani pun cepat-cepat mengambil kesempatan itu.

Setelah buku Diary Garpu Tala tiba di rumah, dengan secepat kilat langsung ia lahap. Kebetulan saat itu Rani sedang tak enak badan. Sembari tiduran baca buku.

Sumber: bukubukularis.com


Namun, lagi-lagi belum maksimal mempraktikkan ilmu tersebut. Kebetulan Rani dan Dedi hobi baca-baca buku motivasi. Mereka usahakan sebulan sekali pergi ke toko buku Gramedia. Saat itu mereka ke Gramedia dan membeli  buku lagi. Setelah menimbang ini itu, akhirnya Rani membeli buku “Kajian Magnet Rezeki.” Sempat ada keraguan, jangan-jangan isinya sama dengan buku “Magnet Rezeki.” Tapi karena tekad yang besar untuk mendapatkan keajaiban rezeki akhirnya dibeli juga.

Dalam buku itu memang ada sebagian isinya sama dengan buku “Keajaiban Magnet Rezeki,” hanya saja buku “Kajian Magnet Rezeki” lebih lengkap, detail dan ada penjelasan tahap-tahap secara teknis bagaimana sikap yang harus kita lakukan agar rezeki datang ke kita. Ilmu magnet rezeki penjelasannya semakin mendalam. Rani semakin paham, tinggal benar-benar mempraktikkan.

Berhubung buku ini lebih tebal sehingga membutuhkan waktu lebih untuk membacanya. Di saat menunggu antrian dokter ia sempatkan baca buku ini. Terlebih Rani tak ingin hanya sekadar membaca langsung hilang. Ia selalu menandai bagian-bagian penting sembari dibaca berulang-ulang agar benar-benar menancap dalam pikiran.

 
Sumber: tokopedia.com


Praktik Ilmu Magnet Rezeki

Pelan-pelan Rani dan Dedi mempraktikkan ilmu magnet rezeki. Bagaimana sikap kita untuk menjaga diri dari amarah, mengeluh dan lain-lain. Apa pun kejadiannya, ditumbukan pertama harus disikapi positif. Misal, kakinya kesandung, ya ngucap alhamdulillah. Tiba-tiba hujan atau cuaca panas terik harus tetap mengucap alhamdulillah, masya Allah, bagus itu. Saat haid datang, padahal sudah bertahun-tahun menanti buah hati, ya tetap mengucap syukur dan gembira. Berusahan menjaga hati untuk ikhlas menerima apa pun yang terjadi.


Keajaiban pun Datang

Tak terasa selama sekira 3 bulan sudah mempraktikkan ilmu magnet rezeki walaupun tidak sempurna. Terkadang muncul kata-kata negatif. Hingga pada Ahad, 16 Juni 2019. Sebuah rezeki tak disangka datang. Masya Allah tabarakallah, Dedi dan Rani mendapat hadian sebuah HP azus senilai 1,6 juta. Sebenarnya bukan hadiah tapi mendapat promo HP yang Cuma dihargai Rp 12 ribu. Program serbu bukalapak ini sebenarnya sudah diikuti oleh Dedi cukup lama. Tapi baru sekarang dapat rezeki.




Hadiah HP bisa jadi tidak melulu karena mempraktikkan ilmu magnet rezeki. Tapi menjadi salah satu wasilah karena sering berpikir positif. Bukankah Allah mengikuti prasangka hambanya. Entah ada hubungannya atau tidak, namun dengan menyikapi setiap kejadian (entah baik atau buruk menurut pandangan manusia) jika disikapi positif maka akan berimbas positif juga.

Melalui rezeki yang didapatkan Dedi dan Rani semoga berkah. Artinya ketika dapat HP tidak membuat terlena ibadahnya. Justru semakin dekat kepada Allah. 




HP tersebut lalu dijual karena untuk menutupi kebutuhan. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Allah Tahu bahwa Dedi dan Rani butuh uang sehingga mendapat hadiah HP.






Dari kesaksian ini semoga bisa mengambil ibrohnya. Bahwa dengan menyikapi semua hal dengan positif, yakinlah suatu saat hal-hal positif akan selalu mengampiri kita. Wallahu’alam bishawab.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyembunyikan Infaq

Bulan suci ramadhan adalah bulan  yang penuh berkah. Sebagian besar umat muslim memanfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak amal sholih salah satunya dengan sedekah. Kotak infaq hampir setiap hari selalu terisi. Tidak heran jika hasil infaq di bulan ramadhan cukup banyak. Ada sebuah kejadian menarik saat menghitung uang infaq. Mungkin si pemberi infaq sudah pernah mendapatkan kajian ilmu tentang menyembunyikan sedekah. Beberapa video viral tentang seseorang yang membungkus uang seratus ribu dengan uang seribu. Saya pikir ini hanya sekadar video saja. Tapi ternyata ada yang menirukannya. Di sebuah mushola, saat penghitungan  uang infaq satu persatu uang lembaran dibuka, dirapikan dan dihitung. Sebagian besar berisi uang dua ribuan. Tapi untuk yang satu ini agak aneh. Uang dua ribuan tapi kok agak tebal. Setelah dibuka ternyata di dalamnya ada uang lima puluh ribu. Benar-benar tidak menyangka. Sebagian besar mengira bahwa orang ini ingin menyembunyikan sedekah. J...

Tak Ada yang Terlahir sebagai Produk Gagal

Ilustrasi. Sumber: pexels.com Manusia yang terlahir di dunia beragam bentuknya. Ada yang gemuk, kurus, cantik, ganteng, berwajah standard an lain sebagainya.  Namun ada pula yang memiliki keistimewaan fisik tangannya kecil,tak meiliki kaki, sulit berbicara dan mendengar. Ada juga yang memiliki penyakit langka yaitu kulitnya mengelupas.  Tadi pagi tak sengaja menemui seorang bocah sekira usia 10 tahun. Ia memakai kaos dan calana panjang biru.  Ilustrasi. Sumber: pexels.com                                                                             Sekilas tak ada yang aneh dari anak ini. Tapi,begitu diperhatikan dengan seksama ternyata ia mengalami masalah dengan kulit. Tampak kulit sekujur tubuhnya mengelupas, pecah-pecah kecoklatan.  K...

Berhenti Sejenak

  Sabtu, 27 Mei 2006 adalah tepat 14 tahun yang lalu terjadi gempa yang cukup besar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik. Kejadian ini menjadi sejarah tersendiri bagi kami yang merasakan gempa.   Saat itu aku tidak ada jadwal kuliah, posisinya di rumah. Pagi hari sekira pukul 05.55.03 tiba-tiba terjadi guncangan hebat. Seumur hidup baru merasakan gempa terbesar. Seisi rumah sudah pada keluar tinggal aku sendiri yang paling akhir.   Begitu satu langkah keluar rumah, genteng berjatuhan. Nyaris kena kepala. Di luar, nampak berjejer-jejer orang dengan raut wajah ketakutan, shock dan kebingungan.   Akibat dari gempa ini, tembok rumah terbelah. Alhamdulillah tidak terlalu parah. Daerah yang paling parah di Bantul. Kebetulan budheku yang domisili di Bantul termasuk menjadi korban gempa yang cukup parah. Rumahnya hampir rubuh. Berhenti Sejenak Mengingat Yang Di Atas   Saat gempa itu terjadi,...