Langsung ke konten utama

Seminar Spiritual, Wirausaha dan Lunas Utang




Beberapa waktu lalu telah diselenggarakan Seminar spriritual, wirausaha dan lunas utang oleh PPMI (Perkumpulan Pengusaha Muslim Indonesia) yang diprakarsai oleh Ustadz Yudi Faisal. Acara berlangsung pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 bertempat di Hotel Surya Sukowati. Mulanya saya mengetahui kegiatan ini lewat share grup WA sekira pukul 19.00. Padahal acaranya tinggal besok. Langsung saja cepat-cepat mendaftar lewat online. Usai mendaftar peserta dimasukkan ke dalam sebuah grup yang berisi informasi untuk acara besok. Dalam undangan itu tertulis pukul 07.00 WIB. Panitia menghimbau untuk datang tepat waktu. Ternyata benar, begitu saya sampai disana acara sudah dimulai walau peserta baru beberapa. 

Dalam acara ini diisi langsung oleh Ustadz Yudi Faisal. Yang menarik dalam undangan itu tertulis “Seminar Mengatasi Masalah Hidup (Lunas Utang).” Kata “lunas utang” ini yang bikin orang penasaran ingin berangkat ke acara tersebut. Wah jadi ketauan nih yang datang pada punya utang, hehe. Peserta disarankan membawa mukena (bagi yang putri) dan Al-Quran terjemahan. Lanjut ke materi seminar ya. 



Sumber: dok. pribadi


Setiap manusia yang hidup di dunia tidak terlepas yang namanya masalah hidup. Sebagai seorang muslim, apabila menemui masalah hidup perlunya introspeksi diri. Terutama hubungannya dengan Allah.

   1. Beresin dulu Shalatnya
Apakah selama ini shalat kita sudah benar? Sudah tepat waktukah? Untuk laki-laki apakah sudah shalat berjamaah 5 waktu di masjid? Apakah sudah khusyuk saat shalat atau masih mengkhayal ke mana-mana? Perbaiki shalatmu maka Allah akan perbaiki urusanmu di dunia. Apabila seseorang pendapatannya misal Rp 3 juta, tapi pengeluarannya Rp 5 juta berarti ada yang salah dengan shalatnya. Dalam konteks ini kita jangan hanya sibuk melihat dari segi ekonomi tapi juga perkara spiritual.

2. Amalan sunnah
       - Shalat dhuha. Dengan shalat dhuha kita sedang bersedekah anggota tubuh
    - Shalat tahajud




Sumber: Grup Sragen Seminar PPMI



3. Perbanyak Dzikir
Dimana saja lisan dan hatinya berdzikir kepada Allah. Bisa dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir dan lain-lain.

4.  Jaga wudhu
Selalu dalam kondisi berwudhu. Jika batal? Ya wudhu lagi. Seandainya kita dipanggil oleh Allah dalam keadaan suci. Makanya dalam acara seminar ini, para peserta disarankan dalam kondisi wudhu dan terus berdzikir sembari mendengarkan materi seminar. Pernah kejadian saat seminar ada peserta yang meninggal dunia. Masya Allah beliau meninggal dalam keadaan berdzikir dan berwudhu.



Sumber: dok. pribadi



5 Langkah Lunasi Utang

Nah, bagian ini adalah materi yang ditunggu-tunggu, gimana sih caranya biar lunas dari utang.
1. Ubah Fokus
Seringkali orang yang terlilit utang fokusnya pada cicilan. Gimana caranya bayar utang. Selagi fokus pada cicilan, Allah malah menjauh. Tapi ubah fokus dengan bersyukur atas apa yang sedang menimpa. Seperti materi yang disampaikan oleh Ustadz Nashrullah, apa pun keadaannya selalu bersyukur. Entah bangkrut, dipenjara tetap bersyukur. Ketika seseorang punya utang, harusnya bersyukur dengan mengucap “alhamdulillah dikasih amanah (utang) uang, semoga dengan amanah ini semakin lebih dekat kepada Allah.” Dengan diberi masalah utang, kita jadi ingat kepada Allah. Apa jadinya jika semua keinginan terkabul dan berjalan lancar, mungkin akan lalai dengan ibadah karena terlena atau silau dunia. 

Perbanyak melakukan kegiatan sosial, seperti mencari panti asuhan yang membutuhkan lalu menjadi informan sedekah. Setiap orang yang sedekah ke panti tersebut menjadi amal jariyah bagi kita. Jika ingin dimudahkan urusannya, baca surat Al-Lail ayat 4-12. Lakukan sedekah, bertaqwa pada Allah dan percaya hari akhir.



Sumber: Grup Sragen Seminar PPMI



2. Ubah Mindset/Pola Pikir
Mengubah mindset lewat doa seperti berikut: “Ya Allah titipi saya rumah cash senilai 200 juta atas nama (nama sendiri).” Kata yang diucapkan “titipi” jangan “miliki.” Sebab semua yang ada di dunia baik harta, pasangan adalah titipan Allah. 

Untuk mendapatkan uang Rp 200 juta bukan dengan utang bank atau utang orang. Tapi dengan cara sedekah 10% dari yang dibutuhkan. Misal, butuh Rp 200 juta berarti sedekah Rp 20 juta diniatkan akhirat. Kalau butuh modal mintalah kepada Allah, baca surat Al-An’am ayat 120. Selain itu juga lakukan sedekah. Misal, butuh modal Rp 10 juta, sedekah Rp 1 juta. Tapi perlu digarisbawahi bahwa sedekah ini niatkan akhirat. Sedekah dulu untuk akhirat, biar Allah yang menyelesaikan masalah kita. Biasakan baca surat Ali Imron ayat 26-27 jika ingin dapat rezeki dadakan. 

Ubah alam basah sadar kata negatif menjadi positif. Kalau lagi bad mood ucapkan kata-kata positif. Waktu yang tepat untuk afirmasi atau mengucap kata-kata positif saat waktu tahajud atau waktu subuh. Usai bangun tidur, seseorang masih setengah sadar, pikirannya masih murni belum dicampuri berbagai urusan, oleh karena itu merupakan waktu yang tepat untuk memasukkan pikiran dan ucapan positif.


Sumber: dok. pribadi


3. Berpikir, Berucap dan Bertindak Positif
Semua pikiran, ucapan dan tindakan harus selalu positif bagaimana pun keadaannya. Lakukan shalat tahajud, sebab di sepertiga malam Allah datang ke rumah kita. Sementara kalau shalat fardhu justru kita yang datang ke rumah Allah. Buka Surat Al-Isra’ ayat 79 dan Assajadah ayat 76. Kalau kita mendapat ujian kemalingan misalnya, segera wudhu lalu shalat taubat. Dan tak lupa mengucapkan alhamdulillah pada tumbukan pertama kejadian, seperti “Alhamdulillah titipan Allah sudah diambil, Ya Allah mudahkanlah dititipi lagi Avanza cash.”

4. Wajib Menolong Orang Lain
Kalau kata Pak Nashrullah (penulis buku Magnet Rezeki), keajaiban rezeki itu ada pada kemuliaan dan kebahagiaan orang lain. Hal ini sejalan dengan materi ini yang disuruh untuk menolong orang lain. Jangan sampai menyakiti. Jaga lisan dan perilaku kita serta perbanyak membantu orang lain. Apa pun itu bentuknya.


Sumber: Grup Sragen Seminar PPMI



5. Tambahin Ilmumu
Terus mengkaji ilmu agama. Ilmu yang kita miliki jangan pelit disimpan tapi bagikan ke orang lain. Sebab apa-apa di dunia ini termasuk ilmu adalah titipan. Dengan membagikan ilmu, lalu orang lain melakukan kebaikan maka akan menjadi amal jariyah bagi kita.

Kalau kita sedang dirundung masalah, jangan mencari-cari pembenaran. Tapi instropeksi diri, mungkin banyak dosa, mungkin shalatnya belum benar. Shalat harus tepat waktu. Jangan sampai jika mengadakan acara tapi nabrak waktu shalat. Misal punya hajat pernikahan bagaimana agar mengatur waktu tidak bersamaan saat shalat. Sebab si penyelenggara acara bisa terkena dosa karena telah membuat orang lain lalai dalam shalatnya. Yang biasa tepat waktu di masjid akhirnya shalatnya molor gara-gara mendatangai kondangan.

Jauhi perilaku konsumtif, seperti suka belanja barang-barang yang tidak penting. Tiap liat barang selalu saja pengen dibeli. Mata dan hatinya tak bisa menahan hawa nafsu. Terlalu memaksakan diri. Aslinya tidak mampu membeli barang tapi tergiur akhirnya beli dengan cara utang. Hindari utang pada bank atau finance. Jauhi riba. Jangan jadikan utang suatu kebiasaan. Jika ingin cari modal silakan dulu baca surat dan artinya Al-baqarah ayat 245 dan 261. Kalau ingin kaya silakan baca surat dan artinya Nuh ayat 9-12, Al-Anfal ayat 33, Al-Baqarah ayat 275-280.


Sumber: Grusp Sragen Seminar PPMI


Orang yang suka berutang gemar berbohong atau berdusta. Sudah berkali-kali hal ini disampaikan oleh banyak ustadz. Mengapa dikatakan suka berdusta? Karena jika janji tidak ditepati. Misalnya, janji akan bayar utang pekan depan, tapi ternyata mundur. Lalu janji lagi bayar utang pekan depannya lagi tapi mundur, begitu seterusnya. Makanya hindari yang namanya utang agar terhindar dari sifat dusta. Perkara utang piutang dibahas pada surat Al-Baqarah ayat 280, Hud ayat 61, Al-A’raf ayat 79, Al-Imron ayat 17.

Ada sebuah kisah dimana orang tersebut benar-benar sangat menggantungkan hidupnya pada Allah. Ia memiliki usaha catering. Suatu ketika dia ingin memiliki rumah. Didatangilah satu persatu rumah, akhirnya mantap dengan rumah tersebut senilai 1 M. Ia berjanji pada penjualnya akan membayar bulan depan. Waktu terus berjalan. Sudah saatnya untuk bayar rumah. Si penjual menagih kapan akan dibayar? Orang tersebut minta tenggat waktu beberapa waktu. Si penjual pun mengiyakan. 

Saat itu orang ini terus memohon pertolongan kepada Allah agar dimudahkan mendapat uang untuk membayar rumah. Hingga suatu ketika ada seseorang yang mencari catering. Datanglah ke rumah tersebut. Ia menanyakan ke pemilik catering apakah di sini usaha catering. Pemilik pun mengiyakan.  Orang tersebut menyampaikan maksudnya ingin memesan makanan sebanyak sekian ribu porsi. Pemilik catering pun menyanggupi tapi dia mengaku tidak memiliki modal sebanyak itu. Tak disangka, si pemesan tanpa berat hati langsung memberikan uang pembayaran secara lunas. Dan ternyata keuntungannya itu bisa untuk membayar cash rumah 1 M. MasyaAllah tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.

Sumber: Grup Sragen Seminar PPMI

Pada saat seminar ada sesi buka A-Quran. Tapi sebelumnya baca istighfar, al fatihah dengan diresapi dalam hati. Lalu bayangkan masalah yang sedang dihadapi. Kemudian buka al quran secara acak. Liat semua ayat yang terbuka, nanti ada ayat yang berkaitan dengan masalah yang kita hadapi. Kalau saya sendiri saat buka Al-Quran, memang ada ayat yang pas dengan masalah saya. Entah ini suatu kebetulan atau bagaimana, kurang tau.


Sebagai seorang muslim selalu orientasikan apa-apa di dunia ini untuk akhirat. Perbanyak bekal ke sana dengan melakukan amal. Lakukanlah kebaikan, maka kebaikan akan datang kepadamu. Sesekali ngasih sedekah tak biasa. Misalnya ketika ketemu tukang parkir, satu orang aja dikasih Rp 20 ribu. Pasti dia akan senang sekali bahkan tak segan mendoakan kita yang baik-baik.

Cara ingin memiliki rumah salah satunya perbanyak silaturahim. Jika ingin sesuatu ya harus didekati. Pengen rumah tapi ga pernah survey rumah maka akan sulit terwujud. Lakukan dulu survey rumah misal senilai 500 juta. Habis itu laporan kepada Allah. “Saya sudah survey rumah senilai Rp 500 juta, tolong Ya Allah dibayarin.” Buka surat Ali Imran ayat 27 jika ingin kaya raya. Ayat tentang bisnis buka surat Asshaf ayat 10-13. Maksud membuka surat di sini tidak hanya dibaca tapi pahami dan resapi artinya. Begitu juga dengan penjual. Jangan hanya maunya dagangan laris. Tapi setiap ada pembeli, doakan mereka seperti ini “Terimakasih sudah belanja ke toko kami, semoga rezekinya lancar, barokah, keluarganya sakinah mawaddah warahmah.”

Sumber: Grup Sragen Seminar PPMI


Dari keterangan di atas mungkin ada sebagian pembaca yang kurang setuju, wah sedekah kok itung-itungan. Nanti niatnya berharap balasan dunia saja. Kalau saya pribadi menangkap apa yang disampaikan pemateri bahwa niatkan dulu sedekah untuk akhirat. Dari doa yang kita panjatkan dipilih kata “titipi” bukan “miliki” ini menunjukkan bahwa jika dikabulkan nanti tidak cinta dunia. Jika dikasih harta dunia, tapi juga harus rajin sedekah bahkan kalau perlu separo dari penghasilan disedekahkan. Artinya bahwa harta kita akan terus berputar. Begitu nerima uang, disedekahin. Nanti kalau Allah kasih rezeki lagi sedekahin lagi. 

Menempatkan rezeki dalam konteks ini harta tidak ke dalam hati. Jika bangkrut atau kemalingan tidak bikin terlalu sedih, kan doanya minta dititipi bukan dimiliki. Apalagi memperkaya diri tanpa peduli orang lain. Bahkan diajarkan untuk selalu berbagi. Justru ketika diambil hartanya malah merasa senang. Ibarat kita dititipi orang sepeda motor, begitu diambil kita kan senang, ga nanggung beban tanggungjawab, bukan begitu? Hehe. Itu tadi rangkuman materi seminar spiritual, wirausaha dan lunas utang, ada beberapa bagian pengembangan dari penulis. Semoga bermanfaat.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyembunyikan Infaq

Bulan suci ramadhan adalah bulan  yang penuh berkah. Sebagian besar umat muslim memanfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak amal sholih salah satunya dengan sedekah. Kotak infaq hampir setiap hari selalu terisi. Tidak heran jika hasil infaq di bulan ramadhan cukup banyak. Ada sebuah kejadian menarik saat menghitung uang infaq. Mungkin si pemberi infaq sudah pernah mendapatkan kajian ilmu tentang menyembunyikan sedekah. Beberapa video viral tentang seseorang yang membungkus uang seratus ribu dengan uang seribu. Saya pikir ini hanya sekadar video saja. Tapi ternyata ada yang menirukannya. Di sebuah mushola, saat penghitungan  uang infaq satu persatu uang lembaran dibuka, dirapikan dan dihitung. Sebagian besar berisi uang dua ribuan. Tapi untuk yang satu ini agak aneh. Uang dua ribuan tapi kok agak tebal. Setelah dibuka ternyata di dalamnya ada uang lima puluh ribu. Benar-benar tidak menyangka. Sebagian besar mengira bahwa orang ini ingin menyembunyikan sedekah. J...

Tak Ada yang Terlahir sebagai Produk Gagal

Ilustrasi. Sumber: pexels.com Manusia yang terlahir di dunia beragam bentuknya. Ada yang gemuk, kurus, cantik, ganteng, berwajah standard an lain sebagainya.  Namun ada pula yang memiliki keistimewaan fisik tangannya kecil,tak meiliki kaki, sulit berbicara dan mendengar. Ada juga yang memiliki penyakit langka yaitu kulitnya mengelupas.  Tadi pagi tak sengaja menemui seorang bocah sekira usia 10 tahun. Ia memakai kaos dan calana panjang biru.  Ilustrasi. Sumber: pexels.com                                                                             Sekilas tak ada yang aneh dari anak ini. Tapi,begitu diperhatikan dengan seksama ternyata ia mengalami masalah dengan kulit. Tampak kulit sekujur tubuhnya mengelupas, pecah-pecah kecoklatan.  K...

Berhenti Sejenak

  Sabtu, 27 Mei 2006 adalah tepat 14 tahun yang lalu terjadi gempa yang cukup besar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik. Kejadian ini menjadi sejarah tersendiri bagi kami yang merasakan gempa.   Saat itu aku tidak ada jadwal kuliah, posisinya di rumah. Pagi hari sekira pukul 05.55.03 tiba-tiba terjadi guncangan hebat. Seumur hidup baru merasakan gempa terbesar. Seisi rumah sudah pada keluar tinggal aku sendiri yang paling akhir.   Begitu satu langkah keluar rumah, genteng berjatuhan. Nyaris kena kepala. Di luar, nampak berjejer-jejer orang dengan raut wajah ketakutan, shock dan kebingungan.   Akibat dari gempa ini, tembok rumah terbelah. Alhamdulillah tidak terlalu parah. Daerah yang paling parah di Bantul. Kebetulan budheku yang domisili di Bantul termasuk menjadi korban gempa yang cukup parah. Rumahnya hampir rubuh. Berhenti Sejenak Mengingat Yang Di Atas   Saat gempa itu terjadi,...