Langsung ke konten utama

Suara Bising Knalpot Ganggu Jamaah Shalat di Masjid




Masa muda adalah waktu di mana seseorang sedang mencari jati diri. Memiliki rasa penasaran yang tinggi mereka mencoba banyak hal. Apa yang menjadi trend saat itu pun tak luput untuk diikuti. Para remaja lelaki biasanya mengeksplorasi ide-ide kreatif untuk menyalurkan hobinya. Namun sayang terkadang mereka salah jalur, sehingga saat mengembangkan kegemarannya justru pada jalan yang kurang tepat. Tak sedikit malah mengganggu orang. Seperti kegemarannya memasang knalpot racing yang membuat suara bising.




Ilustrasi knalpot brong. Sumber: suara.com


Mereka ingin memodifikasi sepeda motornya dengan memberi knalpot yang dianggapnya menarik tapi bikin jantung mau copot. Nampaknya para anak muda ini ingin mendapatkan perhatian. Dengan suara knalpot yang memekakkan telinga dianggap sebagai anak keren dan jagoan. Padahal penilaian itu hanya ada di kalangan para lelaki muda. Sementara untuk kalangan orang tua tak sedikit yang merasa terganggu.


Pemakaian knalpot seperti ini di Indonesia seakan masih bebas beredar. Nyatanya di jalanan tak sedikit mendengar suara knalpot yang bikin jantung berdegup. Malah ada juga anggota polisi yang justru memakai knalpot racing. Padahal kita ketahui polisi adalah penegak hukum, harusnya bertugas menertibkan sepeda motor warga yang dinilai tidak memenuhi standar serta mengganggu kenyamanan warga.


Ilustrasi. Sumber: laduni.id




Kaitannya dengan knalpot yang bikin bising, teringat kejadian beberapa waktu lalu. Sudah kesekian kali, suara knalpot mengganggu jamaah saat shalat berjamaah. Terlebih jika sang imam tidak mengenakan microfon sehingga suaranya kalah dengan suara knalpot sepeda motor. Terutama untuk gerakan dari sujud hendak duduk atau berdiri. Ketika sang imam sujud lalu mengucap “Allahuakbar” bersamaan dengan itu sebuah sepeda motor dengan knalpot brong lewat di depan mushala. Sebagian jamaah yang berada di baris agak belakang tak mendengar. Akibatnya ada anggota jamaah yang tetap sujud, ada pula yang sudah duduk dan ada juga yang bingung antara sujud atau duduk, lalu bangkit pelan-pelan karena hatinya diliputi rasa takut jika keliru sembari melirik ke kanan atau kiri apakah keputusannya untuk bangkit dari sujud sudah benar apa belum. 




Ilustrasi. Sumber: otomania.gridoto.com



Jika melihat fenomena demikian menjadi miris. Gara-gara suara bising knalpot bising jamaah tidak seragam dalam gerakan shalat karena sebagian kebingungan apakah tetap sujud atau tidak. Tersebab peristiwa ini sudah terjadi beberapa kali, muncul rasa prihatin. 


Menggunakan knalpot yang memekakkan telinga termasuk perilaku menzalimi orang lain. Zalim adalah perbuatan aniaya. Tindakan tersebut telah mengganggu kenyamanan warga. Islam mengatur sedemikian rupa agar kita jangan sampai berbuat zalim terhadap orang lain. Seperti saat makan jengkol dan pete hukumnya makruh jika setelah itu tidak membersihkan mulutnya dan berada di tempat umum khususnya masjid. Ini menunjukkan betapa Islam menghormati jamaah lain. Jangan sampai orang yang berada di sampingnya merasa tidak nyaman karena bau mulut atau badan kita. 




Ilustrasi. Sumber: wahdahjakarta.com



Nah, dalam kasus ini juga hampir sama. Suara knalpot yang memekakkan telinga membuat orang lain terganggu. Apalagi kejadian ini menganggu orang shalat yang dapat membuyarkan konsentrasi jamaah. Rasanya tak ingin menghakimi anak muda yang sedang mengeplorasi ide kreatifnya itu. Tapi penulis berharap melalui tulisan ini para pecinta knalpot racing tersadar dan tidak kembali menggunakan knalpot yang dapat menganggu kenyamanan warga karena hal itu telah berbuat aniaya terhadap orang lain. Dan yang perlu diingat adalah bahwa setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

Wallahu’alam. 



            















           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyembunyikan Infaq

Bulan suci ramadhan adalah bulan  yang penuh berkah. Sebagian besar umat muslim memanfaatkan kesempatan ini dengan memperbanyak amal sholih salah satunya dengan sedekah. Kotak infaq hampir setiap hari selalu terisi. Tidak heran jika hasil infaq di bulan ramadhan cukup banyak. Ada sebuah kejadian menarik saat menghitung uang infaq. Mungkin si pemberi infaq sudah pernah mendapatkan kajian ilmu tentang menyembunyikan sedekah. Beberapa video viral tentang seseorang yang membungkus uang seratus ribu dengan uang seribu. Saya pikir ini hanya sekadar video saja. Tapi ternyata ada yang menirukannya. Di sebuah mushola, saat penghitungan  uang infaq satu persatu uang lembaran dibuka, dirapikan dan dihitung. Sebagian besar berisi uang dua ribuan. Tapi untuk yang satu ini agak aneh. Uang dua ribuan tapi kok agak tebal. Setelah dibuka ternyata di dalamnya ada uang lima puluh ribu. Benar-benar tidak menyangka. Sebagian besar mengira bahwa orang ini ingin menyembunyikan sedekah. J...

Tak Ada yang Terlahir sebagai Produk Gagal

Ilustrasi. Sumber: pexels.com Manusia yang terlahir di dunia beragam bentuknya. Ada yang gemuk, kurus, cantik, ganteng, berwajah standard an lain sebagainya.  Namun ada pula yang memiliki keistimewaan fisik tangannya kecil,tak meiliki kaki, sulit berbicara dan mendengar. Ada juga yang memiliki penyakit langka yaitu kulitnya mengelupas.  Tadi pagi tak sengaja menemui seorang bocah sekira usia 10 tahun. Ia memakai kaos dan calana panjang biru.  Ilustrasi. Sumber: pexels.com                                                                             Sekilas tak ada yang aneh dari anak ini. Tapi,begitu diperhatikan dengan seksama ternyata ia mengalami masalah dengan kulit. Tampak kulit sekujur tubuhnya mengelupas, pecah-pecah kecoklatan.  K...

Berhenti Sejenak

  Sabtu, 27 Mei 2006 adalah tepat 14 tahun yang lalu terjadi gempa yang cukup besar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter selama 57 detik. Kejadian ini menjadi sejarah tersendiri bagi kami yang merasakan gempa.   Saat itu aku tidak ada jadwal kuliah, posisinya di rumah. Pagi hari sekira pukul 05.55.03 tiba-tiba terjadi guncangan hebat. Seumur hidup baru merasakan gempa terbesar. Seisi rumah sudah pada keluar tinggal aku sendiri yang paling akhir.   Begitu satu langkah keluar rumah, genteng berjatuhan. Nyaris kena kepala. Di luar, nampak berjejer-jejer orang dengan raut wajah ketakutan, shock dan kebingungan.   Akibat dari gempa ini, tembok rumah terbelah. Alhamdulillah tidak terlalu parah. Daerah yang paling parah di Bantul. Kebetulan budheku yang domisili di Bantul termasuk menjadi korban gempa yang cukup parah. Rumahnya hampir rubuh. Berhenti Sejenak Mengingat Yang Di Atas   Saat gempa itu terjadi,...