Hari itu aktivitasku seperti biasa, tak ada keganjalan di hati. Namun, tiba-tiba siang hari mendengar kabar bahwa adik ipar bulik dan ponakananya kecelakaan. Masih simpang siur keadaannya.
Apa masih hidup atau tidak? Tapi tak berapa lama kemudian mendapat kabar bahwa mereka telah meninggal. Tentu berita itu membuat kami syok. Kemungkinan meninggal di tempat. Kecelakaan itu sempat diberitakan di portal media lokal.
Jenazah akan dimakamkan besok sebelum dhuhur.
Sumber: dakwatuna.com
Esok hari kami dah bersiap hendak melayat. Sesampai di sana tak menyangka begitu banyak pelayat yang berdatangan. Di sana sini terdengar percakapan pelayat mengenai tragisnya kecelakaan. Padahal diketahui adik ipar bulik (Bapak Parmo) tak tinggal di situ. Ia bekerja di Jakarta. Karena ada keperluan melayat sehingga pulang kampung. Tak dinyana kepulangannya itu untuk selamanya.
Di ruang tamu tampak dua peti jenazah. Baru kali ini melayat dua jenazah sekaligus. Suasana haru begitu terasa. Sebuah kematian yang cukup memilukan. Seakan para pelayat begitu larut merasakan kepedihan keluarga.
Tak berapa lama saatnya acara persiapan pemakaman. Dengan diisi beberapa sambutan.
Salah satu sambutan dari perwakilan kementrian kesehatan. Ia mengisahkan kepribadian almarhum yang begitu baik, tak pernah berseteru dengan rekan kerja. Suaranya tampak bergetar saat bercerita almarhum yang begitu rajin shalat berjamaah. Bahkan sering mengajak teman-teman lainnya untuk menghentikan aktivitas jika sudah mendengar adzan, lalu shalat jamaah.
Mendengar kisahnya itu tak terasa air mata ini menetes. Sungguh akhir yang baik. Membuat kami iri. Di penghujung kematiannya ia meninggalkan jejak kebaikan. Jika apa yang disampaikan dilakukan setiap orang yang mendengar berapa banyak tabungan amal jariyah untuknya? Tak terhitung. Sesungguhnya bukan tabungan harta yang akan mengekalkan. Tapi tabungan kebaikan yang akan kita petik di akhirat nanti.
Ini salah satu pesan yang ia ingat terus sebelum almarhum meninggal. Semoga kita semua bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Meninggalkan jejak kebaikan yang bisa menjadi amal jariyah kita.
Sumber: Kejadian di sekitar
Apa masih hidup atau tidak? Tapi tak berapa lama kemudian mendapat kabar bahwa mereka telah meninggal. Tentu berita itu membuat kami syok. Kemungkinan meninggal di tempat. Kecelakaan itu sempat diberitakan di portal media lokal.
Jenazah akan dimakamkan besok sebelum dhuhur.
Sumber: dakwatuna.com
Esok hari kami dah bersiap hendak melayat. Sesampai di sana tak menyangka begitu banyak pelayat yang berdatangan. Di sana sini terdengar percakapan pelayat mengenai tragisnya kecelakaan. Padahal diketahui adik ipar bulik (Bapak Parmo) tak tinggal di situ. Ia bekerja di Jakarta. Karena ada keperluan melayat sehingga pulang kampung. Tak dinyana kepulangannya itu untuk selamanya.
Di ruang tamu tampak dua peti jenazah. Baru kali ini melayat dua jenazah sekaligus. Suasana haru begitu terasa. Sebuah kematian yang cukup memilukan. Seakan para pelayat begitu larut merasakan kepedihan keluarga.
Tak berapa lama saatnya acara persiapan pemakaman. Dengan diisi beberapa sambutan.
Salah satu sambutan dari perwakilan kementrian kesehatan. Ia mengisahkan kepribadian almarhum yang begitu baik, tak pernah berseteru dengan rekan kerja. Suaranya tampak bergetar saat bercerita almarhum yang begitu rajin shalat berjamaah. Bahkan sering mengajak teman-teman lainnya untuk menghentikan aktivitas jika sudah mendengar adzan, lalu shalat jamaah.
Mendengar kisahnya itu tak terasa air mata ini menetes. Sungguh akhir yang baik. Membuat kami iri. Di penghujung kematiannya ia meninggalkan jejak kebaikan. Jika apa yang disampaikan dilakukan setiap orang yang mendengar berapa banyak tabungan amal jariyah untuknya? Tak terhitung. Sesungguhnya bukan tabungan harta yang akan mengekalkan. Tapi tabungan kebaikan yang akan kita petik di akhirat nanti.
Ini salah satu pesan yang ia ingat terus sebelum almarhum meninggal. Semoga kita semua bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Meninggalkan jejak kebaikan yang bisa menjadi amal jariyah kita.
Sumber: Kejadian di sekitar

Komentar
Posting Komentar