Sumber: pixabay.com
Kita
selama melakukan aktivitas di dunia bisa menghasilkan dua energi, yaitu positif
dan negatif. Jika melakukan hal-hal baik maka akan menjadi tabungan energi positif,
begitu sebaliknya jika melakukan perbuatan buruk maka akan menjadi tabungan energi
negatif. Nanti pada saatnya, tabungan energi kita akan cair.
Apa saja bentuk cairnya?
1. Bisa cair dalam
bentuk harta
Energi positif
yang dibangun misalnya seorang guru honor/Wiyata Bakti (WB) yang berkerja
dengan sungguh-sungguh, memiliki loyalitas yang tinggi pada sekolah dalam mendidik
murid. Maka akan menabung energi positif. Hasilnya tak selalu berasal dari
tempat tersebut. Bisa lewat jalan lain seperti jualan istrinya lancar. Allah member
rezeki dari pintu yang tak disangka-sangka.
Begitu juga
dengan tabungan energi negatif yang dikumpulkan seperti korupsi, bolos kerja. Saat
menerima gaji seakan besar tapi tidak berkah. Misalnya istrinya tak bersyukur
atas penghasilan suami, anaknya nakal atau sulit diatur.
Pedagang
juga begitu, suka mengurangi timbangan. Hasilnya memang banyak tapi kenapa langsung
habis begitu saja.
Beberapa
waktu lalu tetangga ada yang cerita. Awalnya sang anak bekerja pada suatu
bidang dimana masuk dalam kategori haram. Uang yang didapat banyak , tapi anehnya
tidak ada kelihatan hasilnya. Itulah yang namanya berkah. Tak harus banyak tapi
cukup.
2. Bisa cair
dalam bentuk tahta
Sebagai
contoh seorang guru Wiyata Bakti (WB). Ia bekerja tulus ikhlas meski gaji yang
didapat tak seberapa. Karena ketulusan itu, tak berapa lama ia diangkat PNS.
Kemudian naik menjadi kepala sekolah. Begitu seterusnya karirnya semakin
menanjak lebih baik.
3. Bisa cair
dalam bentuk kata-kata
Seorang
guru yang bekerja dengan serius, ucapannya begitu bermakna. Kata-katanya begitu
kuat sehingga bisa mempengaruhi murid yang diajar. Efeknya siswanya mudah
diatur.Ilmunya mudah masuk ke dalam otak para murid.
Atau
seorang ketua RT ia tak mempedulikan gaji yang diterima. Yang penting bekerja
dengan penuh loyalitas. Ucapannya mudah digugu oleh warga, tidak disepelekan
dan warganya pun mudah diatur.
4. Bisa cair
dalam bentuk cinta
Meski
mmiliki gaji yang tak banyak tapi hubungan suami istri begitu harmonis. Anaknya
juga mudah diatur, tidak minta neko-neko. Istri yang qanaah, tak banyak menuntut,
membuat hati sang suami begitu tentram. Energi positif cair dalam bentuk cinta.
Selama
masih punya kesempatan hidup lakukan dan member yang terbaik. Sebagai tabungan
energi positif. Memberi tak selalu dalam bentuk uang. Bisa pengorbanan pikiran,
waktu dan tenaga.
Bagaimana
jika sudah terlanjur berbuat jelek?
Maka
bertakwalah, ikuti dengan kebaikan, bersihkan hartanya. Maka kebaikan akan
menghapus kejelekan. Dalam pergaulan selalu utamakan akhlak yang baik di
manapun berada. Menolong orang jangan menunggu kaya. Menolong dalam bentuk apa
pun semampunya. Meski sekadar membawakan buah.
Sumber: Kajian
ahad pagi Masjid Al falah Sragen, pemateri Ustadz Dodok Sartono

Komentar
Posting Komentar